Sarpras

Pendidikan Nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

Tujuan Pendidikan Menengah adalah meningkatkan kecerdasan pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia, serta keterampilan, untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut.

Keberhasilan penyelenggaraan pendidikan di SMA Negeri 3 Magelang dapat tercapai apabila kegiatan pembelajaran mampu membentuk pola tingkah laku peserta didik sesuai dengan fungsi dan tujuan pendidikan, serta dapat dievaluasi melalui pengukuran dengan menggunakan tes dan non tes.

Proses pembelajaran akan efektif apabila dilakukan melalui persiapan yang cukup dan terencana dengan baik, termasuk didalamnya tersedia sarana pendidikan yang memadai supaya dapat memenuhi:

  1. Kegiatan peserta didik untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi.
  2. Kesiapan peserta didik dalam menghadapi perkembangan dunia global yang kompetitif.
  3. Kebutuhan dunia usaha, dunia industri, dan masyarakat.

Misi Sekolah terkait dengan Pelaksanaan Sekolah Kategori Mandiri

  1. Standar sarana yang meliputi:
    1. Menyediakan sarana untuk penguasaan IPTEK
    2. Menyediakan fasilitas beribadah yang memadai bagi peserta didik
    3. Membangun fasilitas internet bagi para siswa dan tenaga kependidikan untuk mengembangkan potensi akademis
    4. Mewujudkan linkungan sekolah yang nyaman untuk belajar
  2. Standar pembiayaan:
    1. Menggali sumber dana untuk pembiayaan pendidikan di sekolah melalui Komite Sekolah
    2. Melakukan kerjasama dengan para alumni untuk meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah
    3. Mengadakan usaha sekolah melalui berbagai kegiatan sekolah

Tantangan Nyata yang Dihadapi Sekolah

  1. Proses pembelajaran di kelas yang belum maksimal karena keterbatasan sarana dan sumber daya manusia
  2. Tuntutan orang tua siswa dan masyarakat yang tinggi akan output yang dihasilkan
  3. Pola pikir sebagian warga sekolah yang cenderung statis dalam menghadapi kemajuan dan perubahan
  4. Belum secara maksimal dapat mengembangkan potensi yang dimiliki sekolah
  5. Terbatasnya hubungan pihak sekolah dengan stake holder

Pengembangan Fasilitas/ Sarana Prasarana Sekolah

  1. Pengadaan sumber belajar
  2. Pengadaan alat Bantu belajar/komputer dan jaringannya
  3. Pengadaan alat dan bahan eksperimen pembelajaran dalam rangka pengembangan ilmu-ilmu dasar ( Fisika , Kimia dan Biologi )
  4. Pembangunan ruang kelas baru

Login Member


Facebook


 

Traffic Pengunjung